Sistim Booking Online Gunung Semeru, Efektif Kah?

Sistim Booking Online Gunung Semeru, Efektif Kah?
Wisata alam merupakan salah satu pembagunan yang perlu dikembangkan, karna dari sektor wisata ini dapat meningkatkan devisa negara, memperluas lapangan perkerjaan, memperkenalkan kebudayaan dan ke indahan alam indonesia
Pengembangan wisata alam akan berdampak positif secara langsung terhadap ekonomi masyarakat disekitar tempat wisata, akan tetapi pengembangan wisata alam yang tidak dikelola secara maksimal akan berdampak secara negatif terhadap lingkungan dan kelestarian alam. tidak jarang kita melihat panorama alam yang awalnya indah berubah menjadi rusak dan terkesan tidak terawat dengan banyaknya sampah berserakan. semua ini diakibatkan sebagian orang yang tidak memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan kurang tegasnya pengelola dalam melakukan tugasnya.
Gunung semeru adalah gunung yang berada diwilayah Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS). taman nasional memiliki beberapa fungsi salah satunya adalah sebagai tempat wisata alam. seperti kita ketahui bersama, hutan tempat wisata alam seperti di pulau dan pegunungan adalah lingkungan rapuh yang mudah rusak dan terganggu kelestarianya disebabkan pengunjung yang berlebihan. oleh karena itu pengelolaan pengunjung dibutuhkan untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkanya.
Dari tahun ketahun pengunjung Taman Nasional Gunung Semeru selalu bertambah. secara statistik penambahan ini bisa kita lihat (akses) secara langsung di pos pendakian gunung semeru, ranu pani. keindahan panorama alamnya dan menjadi tanah tertinggi dipulau Jawa merupakan magnet tersendiri bagi pengunujung oleh karna banyaknya pengunjung pihak pengelola TNBTS menerapkan sistim baru untuk mengatur dan mengendalikan jumlah pengunjung dengan menggunakan sistim booking online sistim ini bukanlah sistim baru yang diterapakn oleh pengelolaan taman nasional. karena, taman nasional gede pangrango (TNGP) telah lebih dulu menggunakan sistim ini
Sistim bookung online di gunung semeru bukanlah hal yang baru. karna informasi ini telah  saya dapat beberapa bulan sebelum sistim diterapkan, akhir november 2012. informasi ini saya dapat dari Pak Cipto saat saya berkunjung ke kediamanya di Lumajang, Jawa Timur. Pak Cipto adalah kepala resort TNBTS. beliau adalah sosok yang hangat, tegas dan visioner. semua ini terlihat dari cara beliau menyambut tamu, gaya bicara dan cara pandangya yang solutif,
Perkenalan saya dengan Pak Cipto berawal saat saya ingin mengadakan aksi bersih semeru. saat itu Gunung Semeru ditutup untuk umum dengan alasan “Pemulihan Ekosistem” pasca pendakian besar salah satu brand outdoor. perijinan tidak berjalan mulus, karna balai besar taman nasional yang terletak di Jl Raden Intan No 6 Malang tidak bisa memberikan ijin secara langsung. tetapi saat itu saya dirujuk untuk menemui Pak Cipto di Lumajang.
Pertemuan saya dengan Pak Cipto awalnya membahas kondisi terakhir semeru paca pendakian besar tanggal 15-18 november 2012. beliau bercerita proses dan mekanisme perijinanya. selain itu beliau juga menujukan foto dokumentasi beliau dari laptopnya terkait kondisi semeru yang berujung pada penutupanya jalur pendakian gunung semeru. disela-sela inilah beliau mengungkapkan keinginanya untuk menerapkan sistim booking online di semeru dengan quota, tujuanya adalah agar pengunjung dapat dikelola dengan baik. harapanya dampak kerusakan yang timbul dari membeludaknya pengunjung dapat ditekan dan agar ekonomi warga setempatpun lebih terangkat.  karna dengan pembatasan (quota) pengunjung yang sudah terlanjur datang dapat menginap di home stay yang disediakan warga sekitar.
Setelah pembicaraan panjang saya mengajukan pertanyaan kepada beliau. kapan kira-kira sistim booking online ini direalisasikan Pak? beliau menjawab, penerapan sistim ini tidak mudah karna kami harus mempersiapkan banyak hal, mulai dari sistim ITnya dan sosialisasinya terhadap pengunjung, kami juga akan melakukan studi banding ke TNGP sebelum menerapkan sistim ini di TNBTS. untuk menerapak sistim ini dibutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun.
Singkat cerita, beberapa bulan kemudian mulai ramai dibicarakan diakun media sosial tentang sistim penerapan sistim booking onlline yang mulai diterapkan di http://bromotenggersemeru.com banyak keluhan pengunjung diakun twitter dan menayakan kebenaran informasi itu, keluhan yang saya tangkap beragam mulai dari sosialisasi yang kurang, dan kejelasan tata cara booking serta hasil informasi booking yang telah dilakukan.
Secara pribadi, saya tentunya setuju dan mendukung penerapan sistim booking online ini. karna sistim ini merupakan jawaban dari sistim pengelollan pengunjung yang modern. tetapi dilain sisi saya melihat penerapan sistim ini terkesan dipaksakan. kesan ini dapat ditangkap dari keluhan, sosialisasi, kurangya sinkronisasi informasi antara penjaga pos pendakian di ranu pani dan begitu cepatnya penerapan sistim ini.
Dalam penerapan sistim modern yang berbasis internet tidak hanya sistim saja yang disiapkan, sumber daya manusia, sosialisasi dan sinkronitas informasi antara pusat dengan pos pendakian  menjadi bagian dari kesuksesan penerapan sistim publik ini. saya, dan tentunya kita berharap pengelola TNBTS terus melakukan inovasi dan penyempurnaan sistimnya guna menjaga, mengamankan kelestarian alam dan lingkungan yang dikelolanya. dan kita sebagai pengunjung juga memiliki tanggung jawab dan kesadarn yang sama terhadap kelestarian alam.