• Menu
  • Menu

Pesona Candi Cetho di Lereng Gunung Lawu

Ingin berwisata sejarah sambil menikmati indah dan sejuknya pegunungan? Jika ya, datanglah ke Candi Cetho yang terletak tidak jauh dari Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Candi yang terletak di lereng barat Gunung Lawu ini berada pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Tidak mengherankan jika suhu udara di tempat ini cukup sejuk, malah cenderung dingin pada saat malam hingga pagi hari.
Dengan posisinya yang cukup tinggi tersebut, untuk menuju Candi Cetho dibutuhkan usaha ekstra. Tidak ada angkutan umum dari/ke Candi Cetho. Sehingga, salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan motor/mobil pribadi. Jika terpaksa tidak membawa kendaraan pribadi, Anda bisa meminta ojek dari Tawangmangu untuk diantarkan ke Candi Cetho. Meskipun ini tidak terlalu direkomendasikan karena ongkosnya pasti mahal.
Dari kawasan Tawangmangu bertanyalah kepada penduduk setempat mengenai lokasi Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi. Dalam perjalanan menuju Candi Cetho, Anda akan melintasi Kebun Teh Kemuning yang indah, terutama pada pagi hingga siang hari. Pada sore hari kawasan ini biasanya berubah total dipenuhi dengan kabut sehingga jarak pandang menjadi minim. Sebisa mungkin untuk menghindari ke Candi Cetho saat sore atau berkabut karena jalan yang naik turun sangat curam cukup berbahaya bagi yang belum mengenal medan.
Semakin mendekati lokasi wisata candi, jalanan naik sangat tajam. Tentu Anda harus membawa kendaraan dengan kondisi prima untuk ke lokasi ini. Tapi, sesampainya di Candi Cetho susah payah ini akan terbayar dengan keindahan yang ada di sana.
Candi Cetho
Candi Cetho merupakan candi bercorak Hindu peninggalan masa akhir Majapahit. Jadi, tidak mengherankan jika candi ini sangat-sangat mirip dengan sebuah pura yang bentuk bangunannya berteras-teras seperti punden berundak. Sebelum masuk ke candi, pengunjung disambut beberapa relief-relief binatang yang cantik seperti gajah, kura-kura, kadal, dan belut. Di sekitar relief-relief tersebut juga terdapat dupa karena candi ini memang masih sering digunakan untuk sembahyang umat Hindu.
Seperti sudah ditulis sebelumnya, bangunan Candi Cethe berteras-teras. Masing masing teras ini dihubungkan oleh sebuah pintu dan jalan setapak. Pengunjung harus jalan satu per satu untuk melewatinya. Jika berpapasan dengan pengunjung lain, salah satu harus mengalah untuk bisa melewatinya. Konon, di sini terdapat 13 teras yang tersusun dari barat ke timur. Semakin kebelakang (timur) terasnya semakin tinggi dan dianggap sebagai tempat yang paling suci.
Pada kompleks Candi Cetho banyak dijumpai arca-arca yang mirip peninggalan pada masa prasejarah. Bentuknya sangat sederhana, misalnya arca yang kedua tangannya diletakkan di depan perut atau dada. Arca-arca ini berteduh di bawah bangunan yang atapnya terbuat dari bahan seperti ijuk. Di sisi lain bangunan juga terdapat berbagai macam benda pusaka yang di simpan seperti keris, tombak, dan lain-lain.
Di bagian paling atas adalah bangunan utama Candi Cetho. Bentuknya seperti sebuah limas, hanya saja atapnya tidak lancip. Di bangunan utama candi ini terdapat ruangan yang biasa digunakan untuk sembahyang. Untuk ruangan ini terdapat pintu yang digembok. Tidak setiap orang bisa masuk kesana, hanya orang-orang yang akan bersembahnyang saja yang diperbolehkan masuk dengan minta dibukakan kunci oleh juru kunci. Dulunya tempat ini adalah tempat yang digunakan untuk bersemedi oleh seorang raja dari Kerajaan Majapahit yaitu Raja Brawijaya.
Bangunan candi utama pada Candi Cetho sudah dipugar pada tahun 1970 bersamaan dengan pemugaran bangunan-bangunan pendopo yang terbuat dari kayu. Tapi sayangnya, pembangunan atau pemugaran pada bangunan utama Candi Cetho ini tidak memperhatikan konsep arkeologi sehingga tidak bisa dipertanggung jawabkan bentuknya secara ilmiah.

Sampai saat ini, komplek candi digunakan oleh penduduk setempat yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan dan populer sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut agama asli Jawa/Kejawen.

Baca Juga:  Wisata Solo Yang Spirit Dan Wisata Jogja Yang Istimewa

Peta Lokasi
Alamat: Cetho, Gumeng, Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57794

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Candi Cetho, tidak ada salahnya jika datang saat perayaan Hari Raya Nyepi. Saat hari tersebut, Anda bisa menyaksikan prosesi upacara keagamaan umat Hindu, berwisata sejarah candi, dan menikmati pemandangan sekitar Candi Cetho di pagi hari yang sangat indah.
Paguci

Travel Information | Adventure - panduan perjalanan dan wisata di indonesia, itinerary, info tiket, info hotel, cerita perjalanan, tips traveling, inpirasi liburan dan berita wisata terkini.

View stories

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *