Monumen Angklung di Suwon Ciri Bandung Kota Seni Budaya

Monumen Angklung di Suwon
0
()

Warga Kota Bandung patut berbangga diri. Seni angklung yang sudah muhibah ke berbagai negara di dunia menjadi pusat perhatian warga Kota Suwon Korea Selatan yang menjalin kerjasama dalam sister city dengan Kota Bandung. Di Kota Suwon sudah dibangun monumen angklung. Ini membuktikan bahwa seni angklung mendapat apresiasi dari warga Suwon. Kebetulan pula Kota Suwon memiliki banyak hutan bambu.

Asal mulanya pembangunan monumen angklung itu, ketika Walikota Suwon berkunjung ke Bandung mengagumi musik dan irama angklung yang enak didengar bisa melantunkan berbagai lagu. Walikota Suwon rupanya ngaharewos kepada Walikota Bandung H. Dada Rosada, Msi. Kang Dada surti. Ia segera menginstruksikan kepada bawahannya agar bisa disediakan seperangkat angklung lengkap.

Angklung itu dibawa oleh Walikota Suwon. Di Kotanya, angklung itu rupanya diperkenalkan kepada warga Suwon. Berirama dan ritmenya melantunkan lagu Korea. Karena itu, Kang Dada, sejak saat itu mempersiapkan guru-guru berbagai tingkatan untuk mampu menggunakan alat musik angklung. Pada 4 Februari 2011 di Padepokan Seni Jl. Peta, 100 orang guru di Kota Bandung, Kab. Bandung, KBB, Cimahi dan Sumedang dilatih seni musik angklung. Menurut pengajarnya, pelatihan ini akan berlangsung dalam 8 kali pertemuan dan ia yakin para guru akan segera menguasai alat musik angklung itu.

Kang Dada sendiri menyatakan, pelatihan ini dimaksudkan agar para guru seni akan mampu menguasai alat musik angklung. Dengan demikian, jika suatu saat ada tamu ke sekolahnya, seni musik angklung ini sudah dapat dikuasai. Pengajaran ini diharapkan menjadi pelajaran bagi para siswa agar selain mereka akan menguasai seni musik angklung, juga akan bangga dengan seni musik tersebut.

Pendidikan lingkungan hidup (PLH), sudah masuk dalam kurikulum sebagai muata lokal. Pelajaran musik angklung pun diperkirakan bisa masuk dalam kurikulum. Ini merupakan salah satu cara memelihara dan merawat seni angklung sebagai warisan budaya leluhur. Karena itu, jika seni musik angklung bisa masuk kurikulum di sekolah-sekolah. Itulah sebabnya, harus tercipta banyak guru yang mahir menggunakan musik angklung.

Baca Juga:  4 Candi Paling Indah di Indonesia

“Insya Allah, pada Juni 2011, saya akan berangkat ke Suwon untuk meresmikan monumen angklung Bandung itu. Kita sebenarnya sudah keduluan oleh Suwon. Tapi tak apalah. Kota Bandung pun akan membangun monumen yang sama dengan Suwon. Hanya yang dimonumenkannya bukan yang aslinya. Kota Bandung akan membangun monumen angklung dengan bahan dari kuningan menyerupai angklung”, ujar Kang Dada saat meresmikan pelatihan tersebut.

Kang Dada sebenarnya sangat gembira melalui kerjasama antar kota (sister city), seni angklung sebagai produk budaya urang Bandung begitu dihargai oleh orang lain. Melalui seni angklung pula, Kang Dada lebih meyakini Kota Bandung sebagai kota seni budaya. Sebenarnya ada yang ngincar angklung sebagai produk negara dan bangsanya. Tetapi, negara tersebut tidak bisa berbuat apa-apa setelah angklung dinyatakan oleh UNESCO sebagai warisan budaya.

Ketua Pelaksana Pelatihan mengatakan, ternyata masih banyak alat musik angklung yang hanya jadi hiasan saja di rumah-rumah atau sekolah. Ada guru pelatihnya, tetapi tidak ada alat musik angklung. Ada pula sekolah yang memiliki guru seni angklung dan perangkatnya, namun sulit mencetak generasi penerusnya. Upaya sekarang ini adalah mencetak SDM angklung.

Malah ia berharap, seni musik angklung ini sesuai dengan harapan Walikota Bandung bisa masuk kurikulum. Sampai saat ini di beberapa sekolah baru sebatas pengenalan musik angklung belum sampai pada penguasaan musik angklung. Ia sendiri meyakini, dalam 8 kali pertemuan saja, para guru akan mampu menguasai alat musik angklung dan mahir memainkannya.

Seni musik angklung yang sudah beken sejak jaman pemerintahan Soekarno dapat lestari dan dikuasai oleh generasi muda pewarisnya. Tampaknya seperti mudah memainkannya. Padahal, begitu sulit memainkannya. Hanya dengan tekun berlatih saja, alat musik angklung itu dapat dikuasai dan kemudian diajarkan kepada generasi muda yang mau meneruskannya.

Brikan Bintang Penilaian Kamu Terhadap Tempat ini

Average rating / 5. Vote count:

Recommended For You

About the Author: Paguci

Travel Information | Adventure - panduan perjalanan dan wisata di indonesia, itinerary, info tiket, info hotel, cerita perjalanan, tips traveling, inpirasi liburan dan berita wisata terkini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *