Liburan Sambil Menyelami Harta Karun Kapal Karam Ashigara

Liburan Sambil Menyelami Harta Karun Kapal Karam Ashigara

Liburan adalah hal yang paling menyenangkan untuk sebagian besar orang. Melakukan liburan adalah hal yang indah dan bisa membuat orang yang melakukannya menjadi segar. Tingkat kebutuhan orang untuk liburan saat ini cukup besar. Mengingat pariwisata adalah hal yang menjadi kebutuhan tak kasat mata maka orang yang melakukannya akan mendapatkan kepuasan yang juga tidak kasat mata alias kepuasan batin. Berdasarkan penelitian ternyata kebutuhan orang untuk liburan semakin besar seiring dengan tingkat stres yang melanda banyak orang. Kebutuhan orang untuk berwisata semakin penting seiring dengan tingkat persaingan yang semakin kompetitif saat ini. Kebutuhan untuk melakukan liburan ini juga diperlukan oleh orangdari berbagai tingkatan usia. Liburan bukan hanya menjadi hal yang dilakukan anak muda saja, ternyata orang yang telah berusia lanjut juga senang melakukan hal ini. Sebuah survey bahkan menunjukkan bahwa orang yang telah berusia lanjut lebi bersemangat untuk pergi berwisata ke suatu tempat.

Menurut sebuah laporan dari Old Age Travellers (OAT) sebesar 52 % responden mengatakan mereka gemar melakukan pariwisata seiring dengan pertambahan umur mereka. Survey ini dilakukan pada orang dengan umur diatas 70 tahun dan mereka menemukan bahwa orang-orang ini menikmati waktu pensiunnya dengan menjelajahi dunia. Saat ditanyakan alasannya, sebanyak 63 persen responden mengatakan bahwa saat inilah akhirnya mereka memiliki waktu untuk berwisata, sementara sebanyak 22 persen responden mengatakan bahwa mereka memiliki tabungan yang cukup pada saat usianya telah senja. Survey ini pada mulanya dilakukan untuk mencari wisatawan tertua di Inggris, demikian seperti yang dikutip dari Dailymail pada Minggu (3/6/2012). Survey ini juga menunjukkan bahwa tujuan wisata yang populer dari wisatawan berusia lanjut ini adalah negara Inggris dengan jumlah responden 67 persen, negara Prancis sebesar 34%, negara Spanyol sebesar 40 persen dan Amerika Serikat sebesar 31%.

Sementara itu ada berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi para wisatawan, baik yang berusia lanjut maupun yang berusia produktif. Salah satu tempat wisata yang menarik ini adalah wisata menyelam di lokasi kapal karam (wreck diving) di provinsi Bangka Belitung (Babel). Tempat ini memiliki potensi sumber daya arkelologi laut atau warisan budaya bawah air di negara Indonesia. Menurut data survei Direktorat Peninggalan Bawah Air, diketahui ada 40 titik situs kapal karam di sejumlah lokasi di Babel dan paling banyak terdapat di perairan Pulau Belitung. Sumber daya arkeologi laut tersebut tidak lepas dari letak geografis pulau yang terlindung dari Samudera Hindia. Hal ini membuatnya sangat cocok sebagai jalur pelayaran. Meskipun demikian pada beberapa bagian perairan timur Sumatera terdapat sejumlah lokasi terdapat karang yang cukup membahayakan keselamatan kapal. Beberapa daerah tersebut contohnya Selat Bangka dan Selat Gaspar.

Salah satu kapal yang ada disini adalah Ashigara yang karam di Selat Bangka pada kedalaman 30 meter. Kapal yang berbobot 13.300 ton dengan panjang 204 meter ini karam diserang oleh dua kapal dan sebuah kapal selam. Ashigara tercatat meninggalkan Batavia menuju Singapura pada 8 Juni 1945, dengan mengangkut 1.600 pasukan dan membawa satu pesawat terbang beserta persenjataan perang.

Masih ada beberapa kapal karam yang menjadi “harta karun” di dasar laut perairan ini contohnya Tek Sing Cargo di Selat Gelasa, Tang Cargo di perairan Batu Hitam, atau kapal yang berasal dari abad ke-9 Masehi dari Oman yang dikenal sebagai Jewel of Muscat.