Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :

Liburan Kantor Ke Pantai Sayang Heulang Dan Pantai Santolo

/
143 Views
img

Hari itu seperti hari-hari biasanya! Semua sibuk dengan tugasnya masing-masing, begitupun dengan diri saya. Minggu terakhir di bulan Oktober 2018 minggu dimana tanggal gajian semakin dekat tiba tiba Bu Boss membuka obrolan tentang rencana liburan kantor yang sempat tertunda di tahun sebelumnya.

Singkat cerita, dipilihlah salah satu objek wisata untuk liburan kantor yaitu Pantai Sayang Heulang dan Pantai Pameungpeuk. Semua karyawan setuju, dan sayapun mengikuti hingga akhirnya diputuskan tanggal keberangkatan yaitu pada hari Sabtu tanggal 1 Desember 2018 hari dimana gajian cair.

Sabtu pagi kala itu, semua persiapan sudah disiapkan istri tercinta di rumah. Kebetulan istri lagi hamil jadi gak bisa ikut liburan.setibanya di kantor, karyawan lainnya sudah siap dengan perlengkapan liburan mereka lengkap dengan anggota keluarga anak dan istri. Setelah semua perlengkapan siap kita menunggu mobil Avanza sewaan karena kekurangan kendaraan.

Tepat jam 10 pagi kita sekantor berangkat menggunakan tiga buah mobil dari kantor dikawasan Muara Sanding Garut. Saya salah satu karyawan kantor berada di mobil Pajero Sport miliknya pak bos. Sedangan yang lainnya di mobil mirage dan mobil avanza sewaan.

Perjalanan dimulai, semua berangkat dengan hati penuh suka cita kecuali saya. Ya ada sesuatu yang saya takuti ketika acara liburan ke Pameungpeuk ini yaitu mabuk perjalanan karena jalan menuju Pameungpeuk ini berkelok mengular dari Kecamatan Cikajang. Ini pengalaman pertama saya pergi ke Pameungpeuk menggunakan mobil. Biasanya selalu menggunakan motor. Sensasinya jelas beda banget meski naik mobil lebih aman dan nyaman namun pakai motor jauh lebih mengasyikan.

Mobil mulai melaju kencang, play list lagu lagu di Hp sudah silih berganti dan akhirnya tak terasa sudah memasuki kawasan Perkebunan Teh di Kecamatan Cikajang. Dari sini kondisi saya udah mulai sedikit pusing karena jalan sudah mulai berkelok kelok.

Saat itu hujan dan berkabut serta jalan pun sedikit tak terlihat sehingga jika Kalian mengalami hal yang sama ketika akan ke Pameungpeuk maka harus lebih berhati-hati. Jika cuaca cerah dari Cikajang kalian bisa menikmati pemandangan indah hamparan perkebunan teh yang hijau dan udara yang sejuk khas pegunungan.

Menginap Di Penginapan Karang Laut Sayang Heulang

Sekitar jam 13.45 WIB kita akhirnya sampai di Pantai Sayang Heulang dan langsung menuju penginapan yang sudah di booking sebelumnya yaitu di Penginapan Karang Sari. Setelah mendapatkan kunci kamar di pengelola penginapan saya memutuskan untuk istirahat dengan rebahan di kasur.

Kamar yang saya tempati berupa rungan seluad 4×5 meter dengan fasilitas sederhana yaitu sebuah kasur busa yang cukup besar yang muat untuk 2 orang, AC dan kamar mandi. Harga penginap permalamnya yaitu Rp. 450.000/malam kapasitas 2 orang dan maksimal 6 orang dengan penambahan extrabed. Dan pada saat itu kamar tersebut juga diisi oleh saya dan lima orang lainnya.

Waktunya Makan

Setelah beristirahat, selang beberapa waktu makanan pun datang. Menu makanan dengan menu sederhana yaitu ayam geprek dan nadi putih yang dipesan sebelum kita datang. Karena di penginapan Karang Laut ini tidak menyediakan fasilitas sarapan dan makan jadi untuk kalian yang ingin makan bisa memesan ke pihak pengurus penginapan.

Setelah makan teman teman kantor saya langsung pergi ke pantai dengan anak dan istri mereka dan saya pun mengikuti. Sore itu cuaca sediki mendung. Angin laut bertiup kencang dan deburan ombak sudah terdengar dari kejauhan.

Pantai Sayang Heulang

Ini kesekian kalinya saya ke Pantai Sayang Heulang. Ada beberapa perubahan namun terlihat sama saja. Pohon dan saung bungalowdi pinggir pantai, warung warung dan penginapan begitu saja. Terakhir kesini 4 tahun yang lalu pad nganterin temen nikahan.

Pantai Sayang Heulang

Pantai Sayang heulang ini termasuk pantai populer di Pameungpeuk dan termasuk objek wisata populer di Garut. Jika musim libur tiba pantai ini selalu ramai pengunjung, wisatawan dari luar Garut pun banyak berdatangan.

“Tahun baru kepagian” itulah kata yang di ucapkan Pak Atep. Ya pas saat kita ke sini memang sedang sepi pengunjung. Jadi tips dari saya jika kalian ingin berkunjung ke pantai selatan Garut seperti Pantai Sayang Heulang dan pantai Santolo jika ingin lebih tenang dan ingin lebih menikmati liburan ya datang pada saat sepi seperti ini. Karena para saat libur panjang pengunjung bisa sangat berjubel dan penginapan pun selalu penuh.

Anak anak pak bos dan anak dari keluarga lainnya langsung berenang di pinggir pantai diantara batu karang di genangan air yang menyerupai sebuah kolam ikan kecil dengan air jernih. Mereka terlihat senang, beberapa anak sibuk mencari ikan ikan kecil.

Bertugas sebagai fotografer dadakan saya mencoba mengabadikan momen liburan kali ini. Namun tidak lama kami harus kembali ke penginapan karena hujan mulai turun.

Semalam Di Sayang Heulang

Pak Atep dan Fryan dari sehabis magrib pergi mencari penjual ikan tongkol untuk dijadikan makan malam. Didapatlah 4 kg ikan tongkol dengan harga 25rb/ kg nya. Semua ikan tersebut kemudian di berikan ke pengurus penginapan untuk dimasak.

Dari sore hingga menjelang isya saya menghabiskan waktu dengan tiduran di kasur sambil mainin hp. Sementara yang lain nongkrong dan duduk santai di saung gazebo pinggir pantai. Tak lama ikan dan nasi pun sudah tershidang di meja makan dan kami pun makan malam bersama dengan menu ikan tongkol bakar. Suasana makan malam yang hangatnya ditiup angin pantai malam.

Badan lelah, perut kenyang dan mata pun mengantuk. Kami pun tidur semalam di Sayang Heulang.

Selamat Pagi Pantai Santolo

Pagi telah tiba, mentari bersinar terang dan cuaca pun sangat cerah. Tak banyak kegiatan yang dilakukan hanya bersantai malas-malasan sambil menunggu sarapan pagi datang. Setelah beres mandi dan beresin barang bawaan sarapan pagi yang dipesan pak bos datang. Menu nasi dari pengurus penginapan yaitu seperti nasi kuning jalan yang biasa saja dan gak istimewa namun cukup nikmat.

Setelah sarapan kita semua langsung check out dari penginapan Karang Laut dan bergegas menuju Pantai Santolo untuk jalan jalan ke pulau dan berenang. kita menyempatkan foto bersama di pinghir pantai untuk kenang-kenangan.

Bergegas meninggalkan Sayang Heulang kemudian kita tiba di pintu gerbang tiket pak bis membayar tiket Rp. 5000/orang. Jarak Pantai Santolo dan Pantai Sayang heulang berdekatan, hanya membutuhkan waktu lima menit sudah sampai.

Naik Perahu Nelayan Dan Jalan Jalan di Pulau

Setelah mobil di parkir, kita langsung menuju tempat sewa perahu untuk menyebrang ke pulau yang ada di Pantai Santolo. Tiket naik perahu Rp. 8.000/Orang pulang pergi. Jarak penyebarangannya tidak terlalu jauh sekitar 200 meteran. Di Pulau ini merupakan tempat menarik lainnya yang bisa Kalian kunjungi selain pantai di Santolo. Sebuah Area hutan di awal pintu gerbang yang cocok untuk berteduh dan beristirahat di siang hari.

Disepanjang jalan kecil dari paving block terdapat banyak saung gazebo dan warung-warung penjual makanan. Pada saat  itu Di sekitar lokasi pulau sedang dibangun menara pandang yang cukup tinggi. Karena masi dalam tahap pembuatan jadi pada saat itu kita juga belum bisa mencoba menara tersebut.

Sementara yang lain sibuk dengan keluarganya masing-masing. Saya berburu spot foto di sekitaran pulau ini. Ada sebuah tempat menyerupai dermaga  dan sebuah batu karang besar yang menarik perhatian saya. Di kedua tempat tersebut saya menyempatkan diri untuk berfoto.

Hari semakin siang dan cuaca semakin panas. Terik matahari terasa menyengat membakar kulit. Akhirnya kita memutuskan untuk bersantai di tepi pantai yang ada pohon sembari mencari Umang-umang bersama Anal-anak pak Bos. Beberapa umang-umang kecil berhasil kami dapatkan. Untuk mencari umang-umang ini bias di cari di pinggir pantai yang ada batu karangnya. Di antara pasir dan cangkang kerang, jika kita perhaikan dengan seksama maka Anda kan menemukan umang-umang tersebut.

Di Pantai Santolo, Pak Atep Fryan dan Anas menyempatkan berenang di Pantai. Karena pada saat itu jam menunjukan pukul 11. 30 maka saya mengurungkan niat saya untuk ikut berenang dikarenakan panas dan badan terasa lelah. Saya dan yang lainnya hanya menyaksian dari pinggir pantai daris ebuah Saung gazebo dekat warung sembari sesekali tertawa melhat kekonyolan mereka beritga.

Setelah membeli beberapa ikan laut hasil tangkapan para nelayan lokal yang di jual di TPI kami langusng pulang. Sekian pengalaman saya liburan bersama di Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo. Jika Kalian pernah liburan kesini bagikan penglaman menarik kalian padadi kolom komentar dibawah ya.

 

  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar