Jejak Kisah Lama Bandung Lautan Api

Jejak Kisah Lama Bandung Lautan Api
Pernahkah Anda mendengar istilah “Bandung Lautan Api”? Ya, itu adalah peristiwa yang terjadi di Kota Bandung waktu jaman perjoeangan dulu, tahun 1946. Semua orang mungkin sudah tahu mengenai perjuangan rakyat Indonesia untuk melawan penjajah pada waktu itu.
Namun, pernahkah Anda mendengar istilah “Bandung Lautan Air”? Ternyata Bandung tidak hanya pernah jadi “Lautan Api” lho… seperti yang terjadi tahun 1946. Dahulu kala yaitu jutaan tahun yang lalu Dataran Tinggi Bangung pernah terbenam lautan air. Ya…! Air laut yang sesungguhnya.
Kejadiannya yaitu 15 sampai 20 juta tahun yang lalu di jaman yang disebut Jaman Miosen. Sebenarnya bukan hanya Dataran Tinggi Bandung saja yang berada di bawah permukaan laut. Bahkan daratan Pulau Jawa pada jaman itu pun umumnya masih terbenam lautan.
Bukti dari terbenamnya Dataran Tinggi Bandung oleh lautan ini adalah banyaknya temuan fosil pada batuan kapur sebelah barat Padalarang (kalau kita lewat Jalan Raya Padalarang terlihat bukit-bukit Batu Kapur) berupa terumbu binatang koral, binatang bersel satu dan ganggang laut.
Konon katanya pada Jaman Miosen ini, daerah yang muncul di atas permukaan air laut terdapat di selatan Bandung, dekat Pangalengan. Bagi yang pernah ke Pangalengan pasti bisa membayangkan, karena Pangalengan adalah dataran lebih tinggi dari Kota Bandung dengan jalur tempuh yang cukup menanjak. Saat itu beberapa gunung api muncul di permukaan air laut, menyerupai kepulauan kecil.
Setalah Jaman Miosen, yaitu Jaman Pilosen (sekitar 2 sampai 14 juta tahun yang lalu) terjadi gerakan pada lempeng bumi, pada saat itu wilayah Bandung sampai Subang mulai terangkat naik ke atas permukaan laut. Gerakan lempeng ini diikuti kegiatan gunung api di sebelah selatan Bandung. Beberapa gundukan sisanya masih terdapat di sebelah selatan Cimahi, berwujud perbukitan Selacau yang bentuknya mirip piramida.
Perlahan tapi pasti, pantai Laut Jawa yang semula terletak di dekat Pangalengan itu, semakin bergeser ke arah Utara tak jauh dari Kota Bandung. Penyebabnya adalah pembentukan gunung dan proses pelipatan lapisan bumi yang naik ke atas permukaan air laut.
Di akhir Jaman Pliosen terjadi lagi periode revolusioner berupa tekanan dari sedimen, hingga terjadi pembentukan gunung, disusul menghilangnya perbukitan Selacau tersebut.
Setelah jaman Pliosen, masuk ke jaman yang masih sama jadulnya yaitu Jaman Plestosen (1 juta tahun yang lalu). Terjadi kegiatan vulkanik di Utara Bandung yang membentuk gunung api yang gwede banget dengan ukuran dasar selebar 20 km dengan ketinggian lebih kurang 3 km. Gunung itu dikenal sebagai Gunung Sunda, sebuah gunung raksasa dengan sebuah kaldera di puncaknya. Gunung yang ada sekarang seperti Gunung Burangrang (di sebelah Gunung Tangkubanparahu), hanyalah merupakan bagian kecil dari gunung tersebut.
Masih pada Jaman Plestosen itu juga, Gunung Sunda runtuh dan membentuk kaldera. Sisa dari runtuhan Gunung Sunda terlihat sekarang sebagai deretan bukit yang melingkar di sebelah utara Situ (Danau) Lembang. Sisa lain dari badan gunung api itu yaitu Bukit Tunggul, Bukit Palasari dan Bukit Cagak di sebelah timur Lembang.
Seiring dengan pergerakan lempeng bumi itulah Dataran Bandung beserta dataran lainnya di Pulau Jawa mulai terangkat ke atas permukaan air laut. Jadi ternyata, Kota Bandung yang dikelilingi pegunungan ini ternyata adalah bekas dasar laur yang sangat dalam tempat tinggalnya binatang-binatang laut dan terumbu karang.