Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :

Berburu Golden Sunrise Gunung Bromo di Penanjakan

/
34 Views
img
Halo sahabat Pagguci, Pukul 03.00, saat orang-orang di belahan Indonesia lain tertidur pulas, Cemoro Lawang yang terletak di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, malah baru menunjukkan geliat aktivitasnya. Di tengah dinginnya udara yang sangat menusuk, puluhan bahkan ratusan Jeep beriringan melewati pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tidak hanya itu, ojek dan sejumlah pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua juga ikut mengantre di loket untuk bisa masuk ke area taman nasional. Tidak peduli dengan dinginnya udara, mereka melakukan aktivitasnya masing-masing.
Secara perlahan Jeep dan motor-motor saling beriringan melewati lautan pasir Gunung Bromo yang sangat luas. Debu-debu berhamburan, pengendara motor terlihat sangat kesulitan dalam menembus lautan pasir. Selain jalan berupa pasir yang sangat gembur, juga hamburan debu dari kendaraan lain sangat menggangu pandangan. Sebuah perjuangan yang luar biasa dengan tujuan yang sama, yaitu Gunung Penanjakan untuk melihat sunrise.
Sukses melewati lautan pasir, perjuangan belum berakhir. Jeep maupun motor harus menaiki jalan ke arah puncak Penanjakan dengan sudut elevasi yang sangat tajam dan sangat berliku. Melewati jalan ini sangat menguras adrenalin. Jeep memang menjadi transportasi yang sangat tepat di sini. Dengan tanjakan-tanjakan yang sangat tajam, mobil-mobil Jeep tidak tampak kesulitan melaluinya.
Sesampainya di Penanjakan, pengunjung masih harus menaiki beberapa anak tangga untuk bisa sampai di sebuah tempat yang biasa digunakan untuk menyaksikan sunrise. Meskipun masih pukul 04.00, tapi Penanjakan sudah sangat ramai dan berdesak-desakan. Masing-masing orang memegang kameranya, tidak mau melewatkan momen yang sangat indah, yaitu munculnya matahari di sisi timur.
Sunrise Gunung Bromo di Penanjakan

Setelah lebih dari satu jam menunggu, langit mulai berwarna jingga pertanda tidak lama lagi sang surya akan menampakkan wajahnya. Suara shutter kamera saling bersahutan menyambut momen ini. Semua orang ingin mengabadikan munculnya matahari ini dengan hasil terbaik. Berdesak-desakan sudah menjadi hal biasa, apalagi jika datang saat akhir pekan atau musim liburan. Pelan namun pasti, matahari mulai menampakkan diri dari balik pegunungan yang diselimuti kabut tebal. Pengunjung pun bertepuk tangan dan mengagumi pemandangan alam yang luar biasa ini.

Baca Juga:  Gili Air

Hari semakin terang, matahari mulai bersinar cerah,  tapi pertunjukan belum usai. Pemandangan lain yang tak kalah cantiknya mulai nampak jelas dari Penanjakan. Apalagi kalau bukan pemandangan Gunung Batok, Gunung Bromo, dan Gunung Semeru yang saling beradu kecantikan. Momen ini tentu saja tak boleh dilewatkan begitu saja.

Peta Lokasi

Puas melihat pemandangan alam yang begitu memukau ini, pengunjung Penanjakan bisa turun lagi dan menikmati aneka makanan dan minuman hangat yang dijual di warung-warung yang berjejer di sepanjang jalan. Menikmati beberapa potong pisang goreng hangat sambil meneguk teh atau kopi panas sangat membantu menghangatkan badan setelah dihantam udara yang sangat dingin tadi.

  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar